Pemungutan Suara Ulang di Tolikara, Polisi Siagakan hingga 16 Personel di Tiap TPS

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pengamanan Pemungutan Nada Lagi (PSU) di 18 Distrik di Kabupaten Tolikara Papua bakal melibatkan 470 Personel paduan untuk pengamanan.

" PSU di Kabupaten itu bakal di gelar 16 juni yang akan datang, serta 470 personel paduan bakal diberangkatakan ke Tolikara, dibawah komando Operasi Polda Papua, " kata Kapolda Boy Rafli Amar, Selasa (16/5/2017).

BERITA REKOMENDASI
Pemungutan Nada Lagi Pilkada di Tolikara Jadi Konsentrasi Pengamanan Polisi
Terhalang Logistik, Pemungutan Nada Lagi di Tolikara Ditunda
Gubernur Papua Berharap Pemungutan Nada Lagi Tidak Timbulkan Perseteruan
Terkecuali memanglah jadi perhatian serius Polda Papua, pengamanan yang didapatkan juga diharapakan dapat memberi support pada orang-orang serta penyelenggarana PSU supaya dapat jalan aman.

" Pengamanan yang dikerjakan untuk memberi support pada orang-orang ataupun KPU serta Bawaslu Propinsi Papua supaya sistem PSU di Tolikara dapat jalan aman hingga pada sistem penetapan kepala daerah serta wakil kepala daerah, " kata Boy.

Setelah itu tehnis pengamanan, kata Boy, nanti bakal ada floating personel di setiap titik, serta termasuk juga di setiap TPS.

" Gagasannya tiap-tiap TPS bakal dijaga ketat aparat keamanan yang sejumlah 4 sampai 16 personel sesuai sama protap kerawanan nanti, " ujarnya.

Disamping itu Bekas Kadiv Humas Mabes Polri ini juga mengemukakan kalau pihaknya selalu lakukan koordinasi baik pada Pasangan calon ataupun pada pihak penyelenggara PSU, termasuk juga beberapa tokoh orang-orang serta tokoh agama dan tokoh pemuda untuk tetaplah melindungi kamtibmas mendekati PSU serta sesudahnya.

“Kami juga mengharapkan ada support dari media untuk menolong bikin berita yang mengejukan, hingga orang-orang dapat mengerti mengenai bagaimana sistem PSU dengan yang baik serta benar tidak ada perseteruan. Jangan pernah berita yang kita muat salah jadi bakal punya potensi bebrapa tindakan perseteruan, ” tukasnya.

Karenanya ia mengharapkan dengan prinsip siap menang serta siap kalah yang di sampaikan oleh semasing pasangan Calon Bupati serta Wakil Bupati bersama KPU ataupun Bawaslu Propinsi Papua di kabupaten Tolikara dapat dikerjakan.

“Paslon yang maju telah mempunyai ketokohan hingga dapat melindungi kondisi keamanan di sana. Apa pun akhirnya mesti kita mesti hormati serta jangan pernah ada lagi PSU karna cost begitu besar, baik itu cost PSU ataupun cost pengamanan, ” tuturnya.

Postingan Populer